jadi, mulailah dengan SADAR…*

28 07 2009

Melihat situasi kampus terkadang membuat kita tergelitik geli, kenapa? Bisa kita lihat kalau kampus ini, Universitas Padjadjaran yang terbagi kedalam beberapa kampus terkesan sangat menjunjung tinggi keberagaman dan dengan keberagamnnya itu sendiri membuat Unpad bagaikan kapas dimana angin seenaknya untuk menerbangkannya. Dalam segala bidang Unpad yang dibagi kedalam partikel-partikel kecil – universitas, fakultas, jurusan, dan seterusnya – sangat kuat akan kultur sehingga partikel-partikel tersebut akan dan selalu berlomba demi prestise terbaik. Tidak salah juga dan hal ini memang fitrahnya, tetapi pengejaran-pengejaran prestise tersebut perlu diberi segmentasi hanya dalam ruang lingkup kampus tidak perlu untuk dibawa dan diekspos sebagai suatu kelebihan satu partikel tertentu, tetapi kekurangan Unpad sebagai suatu kesatuan.

Hal diatas terjadi dalam realitas kampus di Unpad pada saat sekarang ini. Salah satu bagian dari tubuh Unpad yang mengalami hal ini adalah Lembaga Kemahasiswaan dan lebih dikenal dengan nama Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang terbentuk dari hasil proses dinamisasi kampus yang panjang dan melelahkan. Terbentuknya Kema merupakan inisiatif dari mahasiswa agar dalam dunia kampus terdapat suatu lembaga yang menaungi kepentingan mahasiswa seperti menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Unpad dalam berbagai bidang, serta mengakomodir berbagai kebutuhan mahasiswa Unpad yang lainnya.

Sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam dinamisasi dunia kampus di Unpad? Mari kita tilik lagi penyebab-penyebab yang menjadikan Unpad dengan unsur-unsur didalamnya bak kapas yang dengan mudahnya diterbangkan oleh angin. Pertama, secara kultural Unpad bisa disebut kampus feodal dan ke-egocentris-an yang kuat, kenapa demikian?realitasnya bisa kita lihat dari perlakuan yang strata dan tingkatannya lebih tinggi kepada yang ada dibawahnya, seperti dalam kebijakan kampus yang selalu diputuskan secara sepihak tanpa melibatkan unsur-unsur civitas akademika yang ada di Unpad. Dalam jangka lama realitas ini akan tertancap kuat sehingga dalam dunia kemahasiswaan perlahan secara emosi kolektif akhirnya menumbuhkan bibit-bibit apatisme dan jadinya hanya individualitas yang akan terlihat gamblang dalam dunia kampus. Selain itu, adanya kekuatan yang memiliki keegoan yang kuat dan merasa superior menjadi indikator dimana tampilan Unpad akan sangat terlihat rapuh. Padahal secara kuantitas, Unpad merupakan kampus yang memiliki student body yang besar. Logikanya, semakin besar jumlah akan semakin kuat kekuatannya, tapi fakta lapangan berbicara lain. Kenyataannya, kalau boleh dibilang, Unpad dalam konteks Keluarga Mahasiswa saat ini digerogoti oleh kekuatan persaingan yang terjadi dalam tubuhnya. Superioritas yang berkembang pada akhirnya membawa iklim kemahasiswaan lebih mudah terpecah belah bilamana masalah bersama dan harus dicarikan solusinya secara bersama, tetapi karena merasa super dengan ego yang kuat masalah kampus takkan kunjung selesai.

Kedua, secara historis, Unpad dan isinya hanya meregulasi kader yang bergerak dalam bidang kemahasiswaan hanya sebatas regulasi sedangkan penyadaran akan sejarah keberadaan Kema Unpad masih sangat minim hingga masalah-masalah actual Unpad sekarang ini secara proses kerja tidak kunjung selesai dikarenakan masalah yang ada merupakan hasil efek dari masalah-masalah terdahulu, dimana dalam kehidupan, termasuk dalam dunia kampus masalah-masalah yang ada merupakan efek domino dari masalah yang terdahulu. Seperti dalam proses pembentukan Keluarga Mahasiswa Unpad sendiri. Proses yang panjang dengan dinamisasi internal-eksternal, mulai dari siapa yang berwenang untuk memimpin, bagaiamana konsep dan cara kerja, sampai ke masalah intervensi pihak luar yang berupaya untuk mengacaukan terwujudnya sebuah tampilan dan tatanan baru yang akan merepresentasikan mahasiswa seutuhnya dan terlepas dari berbagai macam pengaruh yang menjadi momok terhadap independensi mahasiswa. Lalu apa hasil dari proses dinamisasi panjang dalam proses pembentukan Keluarga Mahasiswa tersebut? Memang apa yang diharapkan oleh mahasiswa terbentuk, tetapi karena proses yang panjang tadi ternyata transfer informasi kepada yang lebih muda agak sedikit terlupakan dan melihat realitas lapangan pembentukan itu sebenarnya belum mencapai titik final. Ternyata dalam tubuh Keluarga Mahasiswa ini masih memiliki pemahaman yang belum sama semuanya serta apa yang menjadi substansi pembentukan Keluarga Mahasiswa ini belum menyeluruh sehingga dalam rangkaian penataan dunia kemahasiswaan di Unpad ada hal yang terputus antar generasi.

Lalu apa yang harus dilakukan mahasiswa sebagai masyarakat – kalau kita menarik pengertian Keluarga Mahasiswa adalah sebuah Negara dengan pemerintahan dan strukturnya – agar tidak ada lagi kultur yang menjadikan kekuatan mahasiswa Unpad lemah dan agar tidak lagi ada hal yang terputus dalam sejarah Keluarga Mahasiswa Unpad? Mungkin diperlukan kesadaran akan keberadaan dan apa fungsi keberadaan itu. Dengan cara inilah, kita bisa tahu kelemahan dan kelebihan sehingga ada itikad untuk bisa memperbaiki tatanan yang sudah ada menuju tatanan ideal sesuai yang kita inginkan. Setelah itu apa? Dengan sadar akan keberadaan, akan timbul rasa saling memiliki dan dengan memiliki itu sebagai kesatuan kolektif, mahasiswa benar-benar menjadi mahasiswa yang berani keluar dari zona nyamannya dan berani menembus batas kejumudan yang mengungkung pola pikir sehingga tidak bisa lagi bergerak dalam ranah kreatifitas dan inovasi mahasiswa. Lalu, dunia mahasiswa yang diimpikan adalah dunia harmonis dimana antara satu dengan yang lain bergerak sinergis demi kemaslahatan bersama tanpa ada tekanan-tekanan dari dalam maupun dari luar. Jadi, mulailah dengan SADAR…

Hidup Mahasiswa!!!

by: Yandri Rama P. (Ketua Umum BPM Kema Unpad)

 

Advertisement

Actions

Information

One response

19 12 2010
herylady

“tetapi pengejaran-pengejaran prestise tersebut perlu diberi segmentasi hanya dalam ruang lingkup kampus tidak perlu untuk dibawa dan diekspos sebagai suatu kelebihan satu partikel tertentu, tetapi kekurangan Unpad sebagai suatu kesatuan”

YYYaaa….!
Kita adalah satu kesatuan….
ibarat rantai, akan putus pada mata rantai yang terlemah.
kekuatan kita diukur dari kekuatan mata rantai yang terlemah. jadi, semua mata rantai harus kuat. tidak bisa bangga menjadi mata rantai yang terkuat, jika rantainya tetap putus karena ada mata rantai yang lapuk/berkarat/sejenisnya.
n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.